Minggu, 17 Juni 2012

Berdoa dalam Roh

Berdoa dalam Roh disebutkan tiga kali dalam Kitab Suci. 1 Korintus 14:15 mengatakan, “Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.”

Efesus 6:18 mengatakan, “Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.” Kemudian, Yudas 20 mengatakan, “Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.” Jadi apa itu berdoa dalam Roh?

Kata Bahasa Yunani yang diterjemahkan “berdoa dalam” dapat memiliki beberapa makna. Kata itu dapat berarti “dengan cara,” “dengan pertolongan,” “dalam dunia,” dan “dalam hubungan dengan.” Berdoa dalam Roh bukan menunjuk pada kata-kata yang kita ucapkan. Sebaliknya, itu menunjuk pada bagaimana kita berdoa. Berdoa dalam Roh adalah berdoa sesuai dengan pimpinan Roh. Itu adalah berdoa untuk hal-hal yang Roh mau kita doakan. Roma 8:26 memberitahu kita, “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”

Ada orang, berdasarkan 1 Korintus 14:15, menyamakan berdoa dalam Roh dengan berdoa dalam bahasa lidah. Berbicara mengenai karunia bahasa lidah, Paul menyebut “berdoa dengan rohku.” 1 Korintus 14:14 menyatakan bahwa ketika seseorang berdoa dalam bahasa lidah, dia tidak tahu apa yang dikatakannya, karena itu diucapkan dalam bahasa yang tidak diketahuinya. Lebih lagi, tidak seorangpun dapat memahami apa yang dikatakan, kecuali ada penerjemah (1 Korintus 14:27-28).

Dalam Efesus 6:18 Paulus memerintahkan kita untuk “dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,” Bagaimana kita dapat berdoa dalam dengan permohonan yang tak putus-putusnya dan berdoa untuk segala orang kudus kalau tidak seorangpun, termasuk orang yang berdoa, yang mengerti apa yang diucapkan? Karena itu berdoa dengan Roh harus dipahami sebagai berdoa dalam kuasa Roh, dengan pimpinan Roh, dan menurut kehendak-Nya, bukan sebagai berdoa dalam bahasa lidah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar